Dari www.taspen.com: Belajar dari Dinasti Majapahit
Surabaya - Sejarah nusantara tidak bisa dilepaskan dari Dinasti Majapahit. Belajar dari kejayaan dan kejatuhannya kita bisa memetik manfaat dalam mewujudkan kejayaan Bangsa Indonesia. Topik ini menjadi perbincangan menarik ketika dibahas dalam Sarasehan Budaya "ÂKembali ke Jati Diri Bangsa, Belajar dari Dinasti Majapahit"Â yang digelar unit kerohanian TASPEN bekerja sama dengan National Integration Movement.
Acara yang berlangsung di Pendopo Agung Majapahit, Trowulan Mojokerto pada 21 Februari ini mengundang budayawan KPA Sumadi Kertonegoro dan Anand Krishna. Selain Bupati Mojokerto dengan jajaran Pemda tingkat II Mojokerto, sarasehan dihadiri Kodam V Brawijaya, anggota DPRD Tingkat II Mojokerto, para insan press dan khalayak umum.
Budaya, menurut Sumadi, merupakan jati diri sebuah bangsa. Sebuah bangsa yang lupa akan budayanya menjadi sebuah bangsa tanpa jati diri. "Hal ini disadari betul oleh para pendiri bangsa kita seperti Bung Karno. Karena itu Bung Karno menggali dasar negara Indonesia, Pancasila, dengan semboyan Bhineka Tunggal Ika yang berasal dari budaya nusantara" jelas Sumadi.
Kembali pada jati diri bangsa, ujar Anand Krishna, tidak berarti kembali pada kebiasaan-kebiasaan masa lalu yang sudah usang, kadaluarsa dan tidak berguna. "Kembali pada budaya asal berarti kembali pada kebijaksanaan-kebijaksanaan di masa lalu yang masih relevan. Di antaranya tidak bertentangan dengan nilai-nilai luhur kemanusiaan, nilai-nilai yang menjunjung tinggi kedaulatan individu atas dirinya dan nilai-nilai yang menjunjung tinggi kebebasan kita untuk menolak upaya pembodohan yang dilakukan oleh sekelompok manusia dengan mengatasnamakan kepercayaan dan Tuhan" urainya panjang lebar.
[mj]Sumber: Taspen Corporate Site
Berikan komentar
* = harus diisi