Jangan Banyak Berharap dari Asing
SLEMAN - Indonesia makin terpuruk, jika tak diperbaharui sikap kita, tentu akan berakibat lebih buruk. "Saatnyalah kita berpikir untuk lebih mandiri," kata spiritualis dan budayawan Anand Krishna, dalam dialog sekaligus launching bukunya 'Voice of Indonesia', Minggu (11/11) di Gramedia Ambarrukmo Plaza.
Dalam acara yang dipandu oleh Ketua PWI Yogya Octo Lampito, Anand kemudian menunjuk contoh, adalah daging ayam dari negeri kita, dimakan masyarakat Indonesia, tetapi keuntungan justru untuk orang asing. "Aneh kan? Ini juga terjadi pada kasus Tembagapura, perusahaan air mineral, dan banyak sekali. Kita terlalu banyak berharap dari asing," katanya. Karenanya ia mengajak agar bangsa Indonesia punya sikap tegas untuk mandiri. "Jangan mau bergantung pada negara asing," katanya.
Hal ini juga dikatakan oleh budaya Harimurti Subanar, yang menjadi panelis pembahas buku tersebut. Menurutnya, banyak kekayaan, khususnya budaya Yogya yang bisa dilakukan untuk menangkap pengaruh asing. Ia kemudian menunjuk contoh, ungkapan di Jawa 'sih palimarma' atau terima kasih yang sebenarnya adalah sikap andhap asor gaya Yogya.
Sementara Hendropriyono yang hadir pada acara tersebut mengharapkan agar Indonesia belajar banyak dari semua peristiwa. "Kita musti belajar dari realitas, agar tak semakin terpuruk," katanya. Soal TKW Indonesia yang selalu jadi bulan-bulanan kalau ke luar negeri. Disiksa, diperkosa dan dibunuh. "Wajar kalau kemudian bangsa kita dicemooh, karena yang kita kirim adalah pembantu," katanya. Karena itu ia mengajak agar bisa memperbaiki semuanya, pemerintah mencari solusi agar bukan hanya pembantu yang bisa dikirim ke luar negeri.
(Her)-n
Berikan komentar
* = harus diisi