Kedaulatan Rakyat

BUNG KARNO bukanlah seorang Pemikir saja, tetapi ia adalah seorang Visioner. Dan, visi itu menjadi beban yang mesti dipikulnya. Seorang pemikir bekerja dengan fakta dan data. Hasil pemikirannya sangat logis. Seperti matematika saja, satu plus satu mesti dua. Tidak bisa tiga.

Namun, seorang visioner melihat di balik fakta. Satu plus satu tidak menjadi dua. Satu plus satu bisa menjadi sebelas.

Suara Merdeka

Aku bukan seorang ahli agama. Surga tidaklah termasuk bidangku, keahlianku. Aku hanyalah seorang Nakhoda dari kapal yang sebentar lagi akan tenggelam. Selama ini, dalam keadaan bingung, biasanya aku selalu berusaha mencari solusi dari dalam diri sendiri. Aku berusaha berkomunikasi dengan batinku. Aku berusaha mendengar suara hatiku, suara nuraniku. Dan, biasanya, aku cukup berhasil. Dalam keadaan hening, suara itu terdengar jelas. Dalam sekejap sirnalah segala kebingunganku. Pikiranku menjadi jernih. Perasaan pun tak terbebani. Dan, aku berkarya kembali dengan penuh semangat.

Suluh Edisi 30/Tahun VI/ November-Desember 2006

“waktu itu adalah hari-hari yang damai…” Kita sering mendengar dan membaca pernyataan sejenis yang dibuat oleh orang-orang yang berbeda, seolah perdamaian menyebar dalam masyarakat kita “waktu itu” Saya tidak setuju dengan pandangan tersebut. Tidak, perdamaian tidak pernah menang atas kekerasan kecuali atas selang waktu yang pendek dalam sejarah manusia. Jaga kepala tetap dingin dan baca kembali sejarah dunia kita, atau yang disebut “dunia kita yang beradab”. Dan anda akan melihat tiap halamannya tertulis dalam darah, dengan darah.

Suluh Edisi 30/Tahun VI/ November-Desember 2006

“Those were peaceful days….” We often hear and read such or similar statements made by men and women of distinction, as if peace was prevailing in our society in “those days”. I, for one, would like to disagree with such an opinion. No, peace has never prevailed over violence except for brief intervals in human history. Keep your head cool and reread the history of our world, our so called “civilized world”, and you shall find each and every page of it written in blood, with blood.

<< Pertama < Sebelum [5 / 5] Berikut > Terakhir >>