Tidak akan Menjadi Parpol

Dari Radar Jogja - Rabu 5 Maret 2008

SLEMAN - Anand Krishna Centre Jogja Solo Semarang (Joglo Semar) resmi dibuka di Perum Dayu Permai Sinduharjo, Ngaglik Sleman. Lokasi itu akan menjadi pusat kesehatan holistik dan meditasi, kantor National Integration Movement, kantor Koperasi Global Anand Krishna, dan Taman Bacaan Masyarakat Bende Mataram.

Peresmian Anand Krishna Centre itu dihadiri Bupati Sleman Ibnu Subiyanto, Ketua Karangtaruna DIJ GKR Pembayun, Kepala Dinas Kebudayaan DIJ Condroyono, dan Kepala Dinas Kesehatan DIJ dr Bondan Agus Suryanto.

Anand Krishna menegaskan, misi dan agenda yang diusung kelompok sama dengan misi dan agenda yang dimiliki bangsa Indonesia. "Kita tidak pernah masuk ke politik praktis, meski sudah ada yang meminta," terangnya. "Ada menteri bilang, Anand Krishna bisa menghadirkan lima ribu orang di Monas, tanpa bagi-bagi apa-apa. Kita tidak akan berubah ke politik praktis. Tetapi, kita akan membuat rakyat sadar akan hak dan kewajibannya," ucapnya.

Bupati Ibnu Subiyanto mengatakan, persoalan penting yang dihadapi bangsa saat ini bukan hanya masalah ekonomi. Masalah yang menyangkut nilai-nilai budaya juga mendesak untuk dipecahkan. Tidak ada negara yang kuat bila tidak mempunyai budaya. Negara yang mempunyai kekayaan budaya akan menjadi negara yang kuat. Kewajiban anak bangsa untuk menjaga, mengembangkan, dan melestarikan nilai-nilai budaya." (oto)

NB: Disertai foto Bapak Condroyono, Ibu Wayan Suriastini, GKR Pembayun, Bapak Bondan Agus Suryanto, Bapak Ibnu Subiyanto, Ibu Maya Safira Muchtar dan Guruji Anand Krishna yang mengenakan batik.

Berikan komentar

* = harus diisi

:

:

:

:


7 + 4 =