GANTI HAKIM, 12 SAKSI DIPERIKSA ULANG

GANTI HAKIM, 12 SAKSI DIPERIKSA ULANG

Dimuat di harian Suara Merdeka edisi Cetak, Kamis – 16 Juni 2011, hal. 3

*Kasus Anand Krishna

JAKARTA – Sidang kasus dugaan asusila dengan terdakwa Anand Krishna diulang. Padahal, semua agenda siding Rabu (15/6), adalah pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).

Ketua Majelis Hakim, Albertina Ho memerintahkan JPU menghadirkan kembali 12 saksi dalam persidangan berikutnya untuk diperiksa ulang. Kendati 12 saksi tersebut diantaranya, Tara Tari, Sinta Kencana, Sumidah, Paramitha Agustin, Chandra, dan Dian Maya Sari telah diperiksa dalam persidangan sebelumnya.

Albertina mengatakan, majelis Hakim mengulang pemeriksaan karena semua hakim dalam persidangan tersebut baru menggantikan majelis hakim sebelumnya. Majelis Hakim sebelumnya, Hari Sasangka (ketua), Subiantoro (anggota) dan Didi Stianhandono (anggota) diganti Albertina Ho (ketua), M Razzak (anggota) dan Suko Harsono (anggota). Hari Sasangka dimutasi dan dipromosikan menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Ambon.

Menanggapi perintah pemeriksaan ulang tersebut, JPU menyatakan keberatan. “Kami mohon keberatan kami dicatat dalam notulen,” ujar JPU, Martha Derliana Tobing.

Menurut Martha, berdasarkan Pasal 182 KUHAP m ajelis hakim dapat memerintahkan menghadirkan saksi lagi atau atau pemeriksaan ulang setelah siding ditutup. “Artinya setelah didengar, tuntutan, pledoi, replik dan duplik,” ujarnya dalam pesidangan.

Atas protes tersebut Albertina menyatakan, belum mempelajari berkas perkara sebelumnya. “Majelis hakim dalam mencari kebenaran harus berdasarkan formil dan keyakinan. Jadi kam memutuskan itu (pemeriksaan ulang).”

Keganjilan

Keputusan majelis hakim tersebut disambut gembira oleh terdakwa. Anand menyatakan, pemeriksaan saksi memang harus diulang. Sebab ada sejumlah keganjilan dalam proses persidangan sebelumnya. “Banyak keganjilan yang membuat saya amat bingung,” ujar Anand dalam persidangan.

Menurutnya, pemeriksaan saksi dalam persidangan sebelumnya tidak menyangkut dakwaan, namun justru memeriksa pemikiran-pemikiran terdakwa yang tertuang dalam buku. Dalam siding sebelumnya majelis hakim membiarkan saksi mengancam terdakwa dalam persidangan dan dapat menginterupsi majelis hakim.

Anand juga memprotes penahanannya. Sebab saat ditahan kondisi kesehatannya sedang memburuk. (K24-25,80)

PPSTK 13 Februari 2011: Menggapai Ketenangan Pikiran

PPSTK 13 Februari 2011: Menggapai Ketenangan Pikiran

Pelayayan PPSTK 13 Februari 2011 adalah pelayanan ke empat yang diberikan di dusun adopsi, dusun Ngaglik, Desa Krinjing. Orang dewasa muda, lanjut usia dan remaja dengan pertemuan ke empat ini telah dua kali mendapatkan latihan therfa–terapi untuk menghilangkan rasa cemas dengan mengluarkan memori-merori terpendam yang menggagu seperti dalam periode pasca merapi mengeluarkan trauma-trauma yang ada karena letusan merapi dengan mengeluarkan teriakan ha.. ha.. ha... Pertama diberikan pada pelayayan kedua karena permintaan dari sebagian warga yang sebelumnya pernah mendapatkan dari tim PPSTK saat mereka ada di pengungsian di Magelang. Kedua adalah tadi pagi. Terapi yang diakhiri dengan afirmasi “aku sangat bahagia” ini menghatarkan setiap orang yang melakukanya dengan sungguh-sungguh menggapai ketenangan pikiran.

Sementara itu bagi anak-anak dilakukan dengan cara meminta mereka menggambarkan apa yang mereka ingat tentang Gunung Merapi. Sebanyak lima piluh persen (24 orang) dari anak-anak ini masih menggambarkan gunung Merapi dalamkeadaan meletus. Ketika diminta untuk menceritakan gambarnya, ada anak yang menyebutkan jalan di gambarnya adalah jalan evakuasi.

Seorang anak TK A mengatakan setelah meletusnya gunung merapi seperti yang dia gambarkan di kertasnya,dia mengatkan mengungsi. Penggagas terbentuknya program ppstk dan sekaligus pembina kami,

Bapak Anand Krishna,ketika dikirimkan beberapa photo dari gambar anak-anak ini mengatakan ”berarti masih trauma, tapi saya juga melihat mereka menggambarkan pepohonan segala. Itu bagus. Focus mereka dipindahkan dari letusan ke pemandangan yg indah”, kemudian beliau langsung memberikan petunjuk latihan yang perlu diberikan. Sebagain dari anak-anak, menggambarkan merapi dalam keadaan tenang dan Indah.Dibagian akhir sebelum sack time, anak-anak diingatkan dengan peragaan langsung mencuci tangan pakai sabun dan dengan cara yang benar.

Pelayanan medis seperti pada kunjungan sebelumnya juga diberikan dalam kunjungn ke empat ini. Pelayayan anak usia dini yaitu bagi anak-anak yang masih berumur tiga tahun atau kurang mulai diadakan sejak pertemuan dua minggu yang lalu karena adanya kebutuhan.

Ibu-ibu dewasa muda banyak membawa anaknya saat ikut terapi, agar sang ibu tidak terganggu oleh anaknya selama pelayayan maka dibentuklah kelomok ini. Dikempok ini anak-anak disediakan sejumlah mainan yang mendidik. Anak-anak sangat menikmatinya.

Personil PPSTK kali ini selain dari Joglosemar, Magelang dan Pati juga mendapatkan dukungan dari Bandung.

Teman-teman mahasiswa teknik sipil UGM yang berjumlah 14 orang juga hadir, mereka mensurvai dam yang jebol lima minggu yang lalu bersama-sama dengan Pak Triwidodo, Ardi dari Anand Krishna centre yang juga seorang teknik sipil serta Rahma beberapa teman lainnya. Kunjungan ini adalah bagian dari upaya untuk membantu warga membangun kembali damnya yang jebol karena sangat dibutuhkan sekali oleh warga dusun ngaglik untuk mengairi sawah/tegalannya yang merupakan sumber pendapatan utama masyarakat.

Anand Krishna:"Violence begets violence. The only solution is love. Non-violence is the only an

Anand Krishna

Spiritual/Interfaith Activist

www.anandkrishna.org

Indonesia

PRESS RELEASE

Jakarta, February 6th, 2011

(The First World Interfaith Harmony Week)

In a press release issued this evening, Sunday the 6th of February 2011, spiritual/interfaith activist Anand Krishna expressed his grief, and concern over the brutal man-slaughtering earlier this day in the name of religion.

He said that the killing and riots disgraced Indonesia's image as a member of the United Nations, whereas this year all UN member states commemorate the first World Interfaith Harmony Week.

He urged all the opposing parties to calm down and think more clearly, wisely and religiously in the truest sense of religion, if such incidents conform to the tenets of any religion, and if they can ever solve any problem.

“Violence begets violence. The only solution is love. Non-violence is the only answer. Living in peace and harmony appreciating our differences,” he said, “is human. Non-violence disgraces our humanity.”

Anand Ashram Merayakan UN World Interfaith Harmony Week 2011: With Love Peace and Harmony

Anand Ashram Merayakan UN World Interfaith Harmony Week 2011: With Love Peace and Harmony

oleh Wayan Suriastini

Merayakan UN World Interfaith Harmony Week 2011 Yayasan Anand Ashram (berafiliasi dengan PBB) menyelenggarakan sejumlah kegiatan pada tanggal 29-30 Januari di Jogjakarta dan Jawa Tengah. Yayasan pendidikan Integral satu bumi "One Earth Integral Education Foundation", didirikan oleh Bapak Anand Krishna bersama 9 orang pengurus lainnya, tanggal 29 Januari 2011, pukul 11.35 WIB di hadapan notaris di Jogjakarta. Yayasan pendidikan ini mengusung visi Yayasan Anand Ashram, One Earth One Sky One Human Kind dan misi mewujudkan masyarakat berkesadaran, yang berlandaskan pada nilai-nilai universal love peace and harmony. Yayasan pendidikan ini merupakan perluasan dari Yayasan Pendidikan Anand Krishna yang didirikan pada tahun 2008. Yayasan ini berencana Mendirikan Lembaga Pendidikan Formal dan Nonformal termasuk tetapi tidak terbatas pada sekolah dari tingkat Pendidikan Usia Dini, Taman Kanak-kanak sampai pendidikan online dan jarak jauh, yaitu pendidikan secara holistik dimana nilai kebangsaan dan kemanusiaan dikembangkan bersama sehingga terciptalah manusia-manusia baru yang mampu menggunakan dan memanfaatkan kekayaan alam Indonesia secara maksimal dan dengan penuh tanggung jawab. Di tahun ajaran baru 2011 akan diawali dengan pendirian Pendidikan anak usia dini/taman Kanak-kanak.

Tidak lebih dari 5 jam berikutnya, Bapak Anand Krishna pendidiri dari Yayasan Anand Ashram yang sekaligus Budayawan, Nasionalis, penulis buku bestselle produktif bersama Prof. Ir. Nizam, M.Sc.,DIC.,Ph.D, guru besar Fakultas Teknik UGM berdialog dalam tema ”spirit pelayanan dan karelawanan” di Fakultas Teknik UGM. Acara yang diselenggarakan oleh Keluarga Mahasiswa teknik Sipil FT UGM dan Anand Krishna Center Joglosemar dihadiri oleh banyak mahasiswa serta aktifis, relawan dan mendapatkan perhatian berbagai media seperti TVRI, Harian Jogja, Tempo dll.

Dalam dialog ini, Prof Nizam mengingatkan dalam hidup seorang manusia berkewajiban menjadi dua hal pertama sebagai abdi (pelayan), bukan sebagai pelayan Tuhan, karena Tuhan tidak perlu dilayani, namun sebagai pelayayan sesama manusia, semua mahluk lainnya dan sebagai kalifah, perwakilan Tuhan di muka bumi yang mengayomi semua umat manusia. Dengan potensi alamnya dan struktur demografinya, Indonesia di proyeksikan oleh berbagai lembaga termasuk oleh IFM sebagai bangsa yang besar dalam beberapa dasawasa kedepan. Untuk mewujudkan prediksi ini ego pribadi perlu dikikis, “janganlah menjadi bangsa kepiting”, ungkap Prof Nizam. Ketika kepiting-kepiting diletakkan dalam satu keranjang, ketika satu kepiting ingin maju (keluar dari keranjang) kepiting lain akan berupaya sedemikian rupa agar kepiting ini jatuh. Kembangkan semangat, Senang Melihat orang lain Senang (SMS) ajak Prof Nizam.

Sementaa itu, Bapak Anand Krishna memaparkan bagaimana padangan berbagai Agama/kepercayaan dan tokoh dunia, melihat spirit pelayayan dan kerelawanan ini. Pelayayan memberlukan orang-orang yang tidak membutuhkan imbalan ungkap Beliau. Tidak hanya itu, kita jangan memikirkan hasil sehingga focus kita tidak terpecah dan terpusat pada proses, sehingga keberhasilan akan mengikuti dengan sendirinya. Kenapa kita perlu bekerja untuk kepentingan umum, kepentingan bersama. Bapak Anand mengungkapkan dengan bahasa yang sangat simple dan sederhana, “jangan hanya memikirkan kebaikan sendiri, bekerjalah untuk kebutuhan dan kebaikkan kolektif dan bersama, bukan saja karena alam dan sekian banyak orang akan mensupport penuh apa yang kita lakukan juga karena dalam kebaikan bersama dengan sendirinya kita juga ikut menjadi baik.

Bapak Anand mendukung peryataan Prof Nizam tentang fungsi kita sebagai Kalifah di muka bumi ini. Bapak Anand menekankan kita adalah kalifah yang berlandaskan kasih yang diciptakan untuk kebaikan umat manusia. Dan kita perlu bekerja sama dalam pelayanan. Di pengujung pemaparan Bapak Anand menekankan ada 4S yang perlu dimiliki agar bisa melakukan pelayanan yaitu: Sensitivity, Sincerity, Solution, and skill.

Dua pesan penting Bapak Anand Krishna dalam dialog 29 January 2011 diterapkan dalam pelayayan PPSTK 30 January 2011 yang dilakukan di desa desa adopsi PPSTK (Dusun Ngaglik Desa Krinjing) yaitu bekerjasama dengan berbagai pihak dalam pelayanan dan pesan 4S dalam melakukan pelayayan: Sensitivity, Sincerity, Solution, and skill. Kebutuhan akan skill yang tidak dimiliki oleh tim PPSTK untuk menangani permasalah yang dihadapi oleh penduduk di desa adopsi ini tim PPSTK menggugah kerelawanan dan bekerjasama dengan pihak lain seperti dalam pelayanan tgl 30 Januari 2011 tim melakukan pemeriksaan dan penyuluhan gigi anak serta mendemontrasikan cara sikat gigi yang benar, dr gigi Firman yang baru saja lulus dari FKG UGM bergandengan tangan ikut melakukan pelayanan. Call untuk bergabung dalam pelayanan PPSTK juga mendapatkan sambutan dari berbagai kalangan, pelayayan yang biasanya dilakukan oleh 25- 30 orang, kali ini dilakukan oleh dua kali lipat personil berasal dari berbagai kota yang memiliki beragam latar belakang agama, suku dan keahlian diantaranya berasal dari: Ciawi, Jakarta, Jogja, Solo, Semarang, Pati, Magelang, Kediri, Surabaya dan Bali. Termasuk diantaranya mereka yang berusia masih remaja, yaitu the Torch Bears Anand Ashram. Sejumlah rekan-rekan yang sebelumnya belum kenal dengan Anand Ashram juga ikut bergabung seperti Mbak Falupi dan suami.

Yang sangat mengembirakan tim dan masyrakat desa adopsi adalah kehadiran Bapak Anand krishna di Desa Adopsi. Pada kunjungan kali ini Bapak Anand Krishna berbincang dengan bapak kepala dusun Ngaglik, menyapa masyarakat dan personil ppstk.

Pelayayan tgl 30 Januari adalah pelayayan ke tiga di desa adopsi, setelah program pemerdayaan diri Kasih yang di berikan di pelayayan sebelumnya, pelayanan PPSTK 30 Januari 2011 bertemakan menciptakan Kedamaian Hati lewat latihan pembudayaan emosi secara kilat. Dalam periode 7 jam pelayanan, ada 6 jenis/kelompok pelayayan yang diberikan oleh tim PPSTK: pelayanan anak – anak di berikan mulai pukul 08.00, remaja pada pukul 10.00, dewasa muda, dewasa tua dilakukan paralel pada pulul 13.00, pelayanan medis bagi yang sakit 12.00-15.00, anak-anak usia dini (0 – kurang dari 4 tahun) dari peserta dewasa muda dilakukan 13.00- 13.30. Kelompok terakhir ini diciptakan sebagai respon dari banyaknya ibu-ibu dewasa muda yang membawa anaknya pada saat terapi pada pertemua sebelumnya. Kelompok pelayayan ini diciptakan agar si ibu bisa sepenuhnya melakukan latihan, di kempok ini anak-anak diajak bermain yang bersifat edukatif dan diberikan makanan.

Repetitif dan intensif itu yang tim PPSTK terapkan dalam pelayayan yang secara berkala dilakukan di desa adopsi ini sehingga pesan dan latihan yang diberikan meresap dan terasa manfaatnya oleh masyarakat. Dibagian awal pertemuan ke tiga ini dilakukan pengulangan dari apa yang disampaikan sebelumnya. Kami semua sangat kagum dan terpesona bagaimana pengaruh interaksi tim dengan masyarakat, yang hanya baru bertemu dalam dua kali (dalam jarak dua minggu) telah membuat anak-anak yang demikian aktif menjadi bisa duduk hening, memperhatikan nafas yang masuk dan keluar untuk beberapa saat, dan mereka tampak sangat menikmatinya. Rasa percaya diri anak-anak juga tumbuh. Ketika diminta ada yang maju untuk menyanyikan lagu “Damai Indonesia” yang liriknya dimodifikasi dari lagu cublak-cublak suweng dua anak dengan penuh semangat maju kedepan dan bernyanyi. Mereka hafal lirik lagunya. Sebagai sebuah apresiai, pada keduanya Tim memberikan kaos Aku Bangga Jadi Orang Indonesia kecil untuk mereka. Hal yang senada juga terjadi dikelompok yang lain yaitu remaja dan dewasa. Mereka yang remaja ingat materi pokok yang disampaikan minggu lalu, ketika fasilitatornya menanyakan apa yang diajarkan dua minggu sebelumnya, “teriak (maksudnya THERFA, bagian dari terapi THERFA), pernafasan dan cinta kasih” jawab mereka. Kepada tim, sejumlah perserta juga mengungkapkan manfaat dari terapi yang diberikan. Secara spontan sejumlah ibu-ibu menuturkan merasakan enak setelah melakukan latihan pemutaran leher yang merupakan bagian dari latihan pembudayaan emosi yang diberikan hari itu.

Kelompok anak-anak disamping diberikan dongeng dan diajak memperagakan peran-peran yang ada dalam cerita, juga mendapatkan penyuluhan cara menggosok gigi, pemeriksaan gigi, dan praktek gosok gigi bersama sebagai bentuk aplikasi materi pertemuan sebelumnya yaitu mencintai diri sendiri dan mencintai orang lain seperti mencintai diri sendiri. Untuk memastikan agar anak-anak bisa menerapkan pengatahuan yang baru saja di dapatkan di rumah, pada mereka juga dibagikan sikat gigi dan odol. Mereka yang dewasa dan remaja (orang tua dan kakak mreka) diberikan penyuluhan tentang perawatan gigi untuk menghindari gigi berlubang. Di pengujung dan sambil menunggu di periksa oleh dokter gigi, anak-anak dibagi menjadi 4 kelompok, masing-masing kelompok diminta untuk mewarnai tulisan yang berisi tiga value universal yang melandasi kegiatan-kegiatan di Anand Ashram termasuk PPSTK: Love, Peace, Harmony dan gabungannya “Love Peace and Harmony”

PPSTK 28 Nopember 2010: Melayani Masyarakat di Radius 4.5 km dari Gunung Merapi

PPSTK 28 Nopember 2010: Melayani Masyarakat di Radius 4.5 km dari Gunung Merapi

Pelayanan Pusat Pemulihan Stres dan Trauma Keliling (PPSTK) Anand Ashram, 28 November 2010 sangat, sangat, sangat spesial. Pagi-pagi sebelum kami berangkat Bapak Anand Krishna yang menggagas didirikannya PPSTK di tahun 2006 dan sekaligus yang selalu membimbing kami dalam latihan-latihan pemerdayaan diri memberikan pesan lewat bbm. Pesan beliau sangat menggetarkan dan menyentuh jiwa kami semua, Beliau memberikan pesan tentang pengertian sukarelawan dan tentang tiga hal yang perlu di perhatikan dalam memberikan pelayanan. Disamping itu, sebanyak sembilan teman dari Jakarta juga ikut bergabung menambah kebersamaan, semangat dan keceriaan dalam pelayanan.

From PPSTK Merapi 2010

PPSTK Juni 2006 di Bantul

Sejak jam 07.15 personil dari berbagai titik kota seperti Solo, Jogja, Jakarta (yang telah sampai dihari sebelumnya), Pati, Semarang dan Salatiga bergerak menuju Dusun Ngaliyan, Desa Mriyan, kecamatan Musuk, Kabupaten Boyolali. Karena lokasinya yang sangat diplosok, yang berjalan menuju ke lokasi menggunakan peta mau tidak mau perlu beberapa kali bertanya untuk memastikan tidak salah jalan karena ada sekian banyak simpang tiga dan empat yang harus dilalui.

From PPSTK Merapi 2010

Melewati spanduk yang bertulisakan “Anda masuk pada zona 10 km dari Gunung Merapi” saya pikir lokasi PPSTKnya sudah dekat. Ternyata lokasinya masih jauh di atas. Dusun Ngaliyan rupaya dusun paling ujung yang berjarak hanya 4.5 km dari Gunung Merapi.

From PPSTK Merapi 2010

Sangat menyenangkan melihat sepanjang pejalanan menjumpai sekian banyak kebun mawar merah dan putih. Sapi perah khas boyolali juga tampak di berbagi tempat. Berada di ketinggian diantara pepohonan dan udara yang bersih membuat segenap anggota tim berada dalam kondisi prima untuk memberikan pelayanan.

From PPSTK Merapi 2010
From PPSTK Merapi 2010

Kehangatan suasana tim sudah tampak ketika tim dari berbagai tempat tiba di lokasi. Saat anak-anak sudah berdatangan interaksi informal dengan mereka pun dilakukan oleh tim. Anak-anak rata-rata selama dua minggu berada di barak dan tidak masuk sekolah selama tiga minggu. Susu sapi yang diminum setiap hari tampak sekali pengaruhnya pada kecerdasan dan kepribadian mereka.

From PPSTK Merapi 2010
From PPSTK Merapi 2010
From PPSTK Merapi 2010

Terapi ceria yang dipimpin oleh Mbak Gilang dan Mbak Mira mendapatkan sambutan sangat antusias dari lebih 95 orang anak yang hadir dan juga bayi dibawah satu tahun yang masih digendong oleh ibu /pengasuhnya. Kehadiran Mbak Deacy, Mbak Debby, Mbak Rahma, Rina, Ninik, Jenny memberikan nuansa yang khas dalam pelayanan PPSTK kali ini.

From PPSTK Merapi 2010

Anak-anak menyanyi, menari, tertawa, aktif dalam memperagakan story telling yang mengambil tema 3 karakter Anoman: Ceria, Berani dan Bijak. Afirmasi Aku Anak Ceria, Berani dan Bijak diikuti dengan sangat antusias oleh anak-anak. Semoga demikian yang terjadi!. Saat minum dan makan bersama anak-anak duduk rapi dan mewarnai gambar dengan antusias.

From PPSTK Merapi 2010
From PPSTK Merapi 2010

Tim tidak hanya melayani anak-anak, kami juga memberikan penyuluhan kesehatan holistik menurut Bapak Anand Krishna dan sekaligus memberikan penangan medis, terapi releksasi dan terapi menghilangkan trauma, takut, dan cemas pada orang dewasa. Duet dr Made Arya dan dr Djoko silih berganti memimpin pelaksanaan pelayanan ini, dalam memberikan penyuluhan kesehatan holistik, terapi membebaskan diri dari rasa cemas dan bersama-sama memimpin pelayayan medis.

From PPSTK Merapi 2010

Pelayanan pada orang dewasa dilakukan menyesuaikan dengan waktu mereka pulang dari sawah yaitu dimulai sekitar jam 12.30. Pelayayan ini juga mendapatkan sambutan yang sangat antusian dari warga dusun Ngalian. Lebih dari 65 orang mendapatkan pelayanan releksasi dengan Reiki. Pelayayan medis tidak hanya diberikan pada orang dewasa tetapi juga pada anak-anak, bahkan walau pendaftaran sudah tutup karena masih ada yang datang memerlukan pemeriksaan, pak dokter juga masih melayaninya, alhasil bagian obatlah yang paling terakhir berbenah. Lebih dari 115 orang mendapatkan pelayanan medis.

From PPSTK Merapi 2010

Diatas segalanya yang tak terlupakan adalah terjadinya letupan Kebersamaan, Semangat Pelayanan dan Kecerian yang luar biasa dari pertemuan “ kepingan-kepingan” personil PPSTK yang datang dari berbagai titik kota, dengan berbagai cirri khas dan keunikannya. Terima Kasih Bapak atas Bimbingan, Blessings dan Supportnya. Terima kasih teman-teman atas kebersamaanya ya!

Salam Indonesia

PPSTK 21 Nopember 2010: “Baca Buku, Nambah Ilmu, Disayang Bapak Ibu“

Sudah selama 25 hari yang lalu Gunung Merapi meletus (26/10), selama itu pula para pengungsi merapi yang di temui tim PPSTK Anand Ashram/NIM di barak pabrik kertas Blabak, Magelang hari ini (21/11/2010) tinggal di barak pengungsian. Selama 10 hari pertama mereka berada di barak pada radius lebih dekat dari gunung merapi dan sejak dua minggu yang lalu berada di barak yang sekarang. Ketika tim membangun raport sebelum mulai pelayanan terungkap bahwa mereka awalnya tinggal rata-rata pada radius 8 km dari Merapi.

From PPSTK Merapi 2010

Mereka adalah petani yang pada umunya enggan untuk pindah dari lokasi asalnya maupun berubah profesi ke pekerjaan lain. Hubungan dekat mereka dengan Merapi adalah salah satu yang menyebabkan mereka enggan pindah, ”pasirnya bisa digali bu dan pasti akan keluar airnya untuk bertani”.

From PPSTK Merapi 2010

Semua kelompok umur, balita/TK , anak SD, SMP, orang dewasa dan usia lanjut mendapatkan pelayanan tadi pagi sampai siang di barak Blabak. Mereka semua sangat antusias mengikutinya. Tim PPSTK yang berjumlah 23 orang tidak hanya dari Magelang juga dari Semarang, Jogja dan Pati, bahu –membahu memberikan pelayanan kesehatan holistik tidak saja dalam medis tetapi di salam mental dan emosional.

From PPSTK Merapi 2010

dr Djoko bukan hanya memberikan pelayayan berkaitan dengan kesehatan fisik juga penjelasan tentang stress, bagaimana menghadapinya dan mengelolanya.

Mbak Rina, Mbak Debby dan Mbak Atik sangat sibuk di bagian obat.Mbak Gilang dan Mbak Mira dkk menangani terapi ceria, yoga for kid dan mewarnai bagi puluhan anak-anak. Tak hayal, salah satu pintu barak pun jadi arena memajang hasil karya mewarnai. Anak-anak sangat banggga memajang hasil karyanya. Salah satu gambar menarik yang diwarnai anak-anak adalah gambar yang memotifasi anak-anak untuk rajin membaca yang bertuliskan ” Baca buku, nambah Ilmu, di sayang Bapak Ibu”. Semoga anak-anak selalu ingat pesan ini.

From PPSTK Merapi 2010

Direktur SurveyMETER, Ibu Bondan Sikoki, MA, yang ikut hadir di PPSTI tadi pagi, berkali-kali didepan teman-teman menyatakan rasa salut dan kagumnya akan semangat dan pelayanan yang diberikan. Demikian juga setelah acara saat saya makan bersama dan berbincang di mobil, beliau kembali mengatakan ”salut sekali dengan anak-anak muda yang memberikan pelayanan dengan penuh semangat dan kecerian tanpa pamerih seperti tadi”.

From PPSTK Merapi 2010

Terima kasih teman-teman atas kebersamaanya. Terima Kasih BAPAK atas semua bimbingannya.....

Gusti Mung menerima Buku Wisdom of Bali

Ibu Gusti Mung adalah salah satu tokoh yang memberikan Endorsement untuk buku The Wisom of Bali karya dari Bapak Anand Krishna. Beliau bekenan menerima buku ini di Kraton Surakarta tadi siang, 16 Nopember 2010.

Wisdom Of Bali
<< Pertama < Sebelum [1 / 11] Berikut > Terakhir >>