Prasasti di Trowulan: Tekad dan Komitmen Putra Putri Bangsa

Salam Indonesia,

National Integration Movement (NIM) yang merupakan salah satu sayap dari Yayasan Anand Ashram yang telah beafiliasi dengan Perserikatan Bangsa-bangsa bekerja sama dengan Unit Kerohanian PT Taspen menyelenggarakan Sarasehan Budaya di Pendopo Majapahit pada pada tanggal 21 Pebruari 2008.

Sarasehan yang mengangkat tema "Kembali Ke Jati Diri Bangsa: Belajar dari Dinasti Majapahit" menghadirkan tokoh Spiritualis, Nasionalis Lintas Agama dan Pengarang Produktif Bapak Anand Krishna dan budayawan KPA Sumadi Kertonegoro sebagai pembicara. Dalam acara yang dihadiri oleh lebih dari 400 orang undangan dari berbagai kalangan dari tingkat Kabupaten Mojokerto, dari tingkat Propinsi Jawa Timur, Jakarta dan perwakilan dari berbagai daerah lain seperti Riau, Jogjakarta, Semarang, Solo dan Bali, Menteri Kebudayaan dan Pariwisata berkenan memberikan key note speech dan Gubenur Jawa Timur memberikan sambutan.

Bersamaan dengan diselenggarakannya sarasehan budaya ini ditanda tangani sebuah prasasti (oleh sebagian besar penanda tangan, ditanda tangani pada saat itu juga) yang berbunyi sebagai berikut:

Tekad dan Komitmen Putra Putri Bangsa
Belajar dari Dinasti Majapahit

Kami Putra Putri Bangsa Indonesia
Bertekad dan Berkomitmen Agar Indonesia Tetap Jaya,
Negara Kesatuan Republik Indonesia Tetap Bertahan,
dan Bangsa Indonesia Tetap Bersatu-padu.

Dengan:

  1. Menjadikan Budaya dan Cinta Kasih Sebagai Perekatnya
  2. Menerima Kebhinekaan Karena Sadar Akan Keikaan di Baliknya
  3. Menyadari Segemilang Apapun Masa Lalu, Masa Depan Lebih Cemerlang


Trowulan, 21 Pebruari 2008

Yang menandatangani prasasti:
Ir. Jero Wacik SE (Menteri Kebudayaan dan Pariwisata)
H. Imam Utomo, S. (Gubenur Jawa Timur)
Mayjen TNI Bambang Suranto (Pangdam V Brawijaya)
Dr H Achmady, Msi, MM (Bupati Mojokerto)
H. Siroji Achma, S Sos (ketua DPRD Kabupaten Mojokerto)
Anand Krishna (Tokoh Lintas Agama)
DR. (HC) KPA Sumadi Kertonegoro (Budayawan)
Drs. Karsidi, MM (Direktur SDM P.T. Taspen, Pembina Badan Kerohanian PT Taspen)
Maya Safira Muchtar (Ketua Umum NIM)

Anand Krishna
Bapak Anand Krishna sewaktu menandatangani
prasasti budaya, 21 Februari 2008

Prasasti ini telah di pasang di Pendopo Agung Trowulan dan telah ditanda tangani oleh semua yang namanya tercantum dalam prasasti. Terakhir, kemarin (21 Juli 2008) Menteri Kebudayaan dan Pariwisata menanda tanganinya pada saat beliau berkunjung ke Mojokerto.

Prasasti yang bersejarah ini dibuat dua buah, satu telah dipasang di pelataran pendopo Agung Trowulan dan yang satunya akan dipasang di Retreat Centre One Earth One Sky One Human Kind (dimana markas NIM, Graha Indonesia Jaya berada).

Penandatanganan prasasti yang akan dipasang di One Earth Retreat Centre dilakukan oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata di depan Permandian Kuno, peninggalan Prabu Erlangga di Jolotundo pada sekitar jam 11.30, 21 Juli 2008. Sedangkan Prasasti yang telah di pasang di Pendopo Agung Trowulan di tandatangani oleh Menteri Kebudayaan dan Pariwisata beberapa jam kemudian, sekitar jam 15.20, setelah kunjungan beliau ke Musium Purbakala di Trowulan.

Pada semua yang hadir termasuk para wartawan dari berbagai media cetak dan elektronik, sebelum penanda tanganan prasasti di Jolotundo (prasasti ini yang akan dipasang di One Earth Retreat Centre) secara spontan Menteri Kebudayaan dan Pariwisata membacakan isi prasasti dan didengarkan dengan hening oleh semua yang hadir. Setelah menanda tangani prasasti yang diiringi dengan lagu Damai Indonesia oleh rekan-rekan NIM Surabaya dan Kediri, Bapak Menteri mengatakan: "Jadi ini harus dijadikan tekad bahwa ke kedepan ini bagaimana caranya kita bisa lebih cemerlang dari pada jaman Majapahit. Modalnya adalah toleransi, harmoni. Itu modalnya Majapahit. Kita kembangkan itu"

Indonesia Jaya!!!

Berikan komentar

* = harus diisi

:

:

:

:


3 + 3 =