<?xml version="1.0" encoding="UTF-8"?><rss version="2.0"><channel><title><![CDATA[Anand Krishna Centre Joglosemar]]></title><description><![CDATA[Artikel | Berita]]></description><link>http://www.akcjoglosemar.org/</link><copyright><![CDATA[Copyright Anand Krishna Centre Joglosemar]]></copyright><generator>sNews CMS</generator><item><title><![CDATA[Kelas Baru - YOGA untuk Kesehatan]]></title><description><![CDATA[ <p> Telah dibuka kelas baru - YOGA untuk Kesehatan </p> 

 <p> Mulai hari KAMIS, 1 Desember 2011, pukul 19.00-20.30 wib </p> 

 <p> di AKC Joglosemar, Kaliurang Km. 8.5, Perum Dayu Permai, P-18 </p> 

 <p> contact : Ardi (085641203811); Lily (0816677225) </p> 

 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Xv0zdUnoRQ8yCWkUNKT3ANMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Xv0zdUnoRQ8yCWkUNKT3ANMTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"  img src="https://lh3.googleusercontent.com/-SlLTPbkRugM/TtXUnaxgvfI/AAAAAAAABWQ/ga2YkW0FCVA/s144/Kelas%252520Baru%252520Yoga2.jpg" height="144" width="102" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/Poster?authuser=0&feat=embedwebsite" Poster /a  /td  /tr  /table " /> ]]></description><pubDate>Wed, 30 Nov 2011 14:17:31 +0000</pubDate><link>http://www.akcjoglosemar.org/beranda/kelas-baru-yoga-untuk-kesehatan/</link><guid>http://www.akcjoglosemar.org/beranda/kelas-baru-yoga-untuk-kesehatan/</guid></item><item><title><![CDATA[Kelas Baru - NEO SELF EMPOWERMENT]]></title><description><![CDATA[ <p> Telah di buka kelas baru Neo Self Empowerment </p> 

 <p> Di mulai setiap hari SABTU, pukul 19.00 - 20.30 WIB </p> 
 <p> di AKC Joglosemar, Kaliurang Km. 8.5, Perum Dayu Permai, P-18 </p> 

 <p> contact : Ardi (085641203811); Lily (0816677225) </p> 

 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/1lRoKuhGYurB1reNGZRIo9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/1lRoKuhGYurB1reNGZRIo9MTjNZETYmyPJy0liipFm0?feat=embedwebsite"  img src="https://lh6.googleusercontent.com/-xT5Ny3CYMms/TtXUKcATI9I/AAAAAAAABWI/Hgoghbh_gP8/s144/kelas%252520Baru%252520NSE3.jpg" height="144" width="102" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/Poster?authuser=0&feat=embedwebsite" Poster /a  /td  /tr  /table " /> ]]></description><pubDate>Wed, 30 Nov 2011 14:01:31 +0000</pubDate><link>http://www.akcjoglosemar.org/beranda/kelas-baru-neo-self-empowerment/</link><guid>http://www.akcjoglosemar.org/beranda/kelas-baru-neo-self-empowerment/</guid></item><item><title><![CDATA[Hari Perdamaian di Taman Pintar bersama One Earth Family]]></title><description><![CDATA[ <p> by Amira Fawzia on Sunday, October 9, 2011 at 6:17pm </p> 

 <p> Di siang hari yang tidak telalu terik dan agak mendung, kerumunan mahasiswa, tukang becak sampai pejabat, orang tua hingga anak-anak tumpah ruah di lokasi dekat Gong Perdamaian Taman Pintar Jogjakarta. </p> 

 <p> Dalam acara yang diselenggarakan oleh KOMAHI (Korps Mahasiswa Hubungan Internasional) Univ. Gadjah Mada, untuk memperingati International Day of Peace, menggelar Peace Parade dan Orasi beberapa tokoh,salah satunya adalah Ambassador of Peace dari Parliament of World's Religion, Anand Krishna.  </p> 

 <p> Orasi singkat yang berdurasi kurang lebih limabelas menit menyedot perhatian para khalayak yang hadir. Dalam orasinya Bapak Anand Krishna menggaris bawahi pentingnya peran anak muda dalam menciptakan perdamaian. Anak muda yang seharusnya mengambil role, yang diwujudkan dalam action. Mengutip salah satu quotes Pak Karno, "Kalau melihat orang tua, saya ingat kuburan, tapi kalau melihat orang muda saya melihat harapan baru.”  Anak-anak muda yang menghargai dan terus menggali nilai-nilai luhur budaya kita sendiri, adalah tameng terhadap kerusuhan dan kekerasan yang melanda kini. Teknologi sains terus berkembang dan melesat bak roket, namun nyatanya kemajuan sains tidak berarti apapun, bahkan cenderung membahayakan kita sendiri, jika kita lupa mengembangkan rasa damai, mengakses kedamaian dalam diri.  </p> 

 
 <p> Kedamaian dulu, baru love, baru bisa share. Jika diri sudah damai, baru kita bisa berhenti mengkritik, dan banyak berbuat. Tidak lagi NATO (Not Action Talk Only), memberi solusi konkrit dan riil untuk memperbaiki kondisi yang ada sekarang, membuat dunia ini lebih indah untuk dihuni. Jika sudah damai, kedamaian tadi diterjemahkan dalam kasih, melayani sesama, dan dalam pelayanan terhadap sesama ini, kebersamaan dapat diwujudkan. Kebersamaan ini yang disebut-sebut oleh para founding fathers sebagai gotong royong. </p> 

 <p> Kedamaian dapat diupayakan dengan menyeimbangkan otak kanan dan kiri kita. Bapak Anand Krishna juga memberi latihan pernafasan yang simple  yang bisa dilakukan setiap saat untuk mengupayakan keseimbangan otak kanan dan kiri. Latihan ini diperoeh dari khazanah budaya kita sendiri, dari Ronggowarsito ini dapat mengantar kita untuk menemukan sumber kedamaian yang ternyata tidak jauh di sana, tapi di dalam sini, di dalam diri.
 </p> 
 
 <p> Setelah orasi singkat dari Pak Anand, giliran penampilan dari anak-anak community programme One Earth. Anak-anak pemberani dan ceria dari usia 3 tahun hingga 10 tahun, mampu memukau para pengunjung Taman Pintar sore itu, dengan memberi "orasi a la mereka sendiri". Lewat story telling, dan lagu genki sarat pesan tentang perdamaian, One Earth, One Sky, One Humankind, dan koreografer seru yang akhirnya ditirukan para pengunjung, anak-anak cemerlang ini ikut berkontribusi dalam menyadarkan kita semua, mari akhiri pertengkaran dan permusuhan, mari utamakan kebaikan bagi sesama dan tidak hanya berfokus pada keuntungan diri saja. Anak-anak juga memberi kenang-kenangan pada panitia hand print mungil mereka yang penuh warna, di selembar kertas putih berbentuk heart, mengingatkan bahwa mewujudkan perdamaian adalah komitmen kita bersama, anak-anak, orang tua, siapa pun kita, mari sebarkan damai ini karna kita hidup di atas satu bumi, di bawah satu langit, dan kita adalah satu umat manusia.  </p> 

 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Gq9fS4JUBys4_-4OZvDRDQ?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/Gq9fS4JUBys4_-4OZvDRDQ?feat=embedwebsite"  img src="https://lh4.googleusercontent.com/-F0KqH4I5EPs/TsHi9D92WQI/AAAAAAAABS4/O8IEsF0pusM/s144/perdamaian4.jpg" height="107" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/HariPerdamaianDiTamanPintarBersamaOneEarthFamily?authuser=0&feat=embedwebsite" Hari Perdamaian di Taman Pintar bersama One Earth Family /a  /td  /tr  /table " /> 

 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/pAxCWF8uW4V27IzsAr_IXQ?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/pAxCWF8uW4V27IzsAr_IXQ?feat=embedwebsite"  img src="https://lh6.googleusercontent.com/-qApwyd5lTSY/TsHi9NPAriI/AAAAAAAABS0/SnCAAG_qsY8/s144/perdamaian1.jpg" height="108" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/HariPerdamaianDiTamanPintarBersamaOneEarthFamily?authuser=0&feat=embedwebsite" Hari Perdamaian di Taman Pintar bersama One Earth Family /a  /td  /tr  /table " /> 

 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/ozI0l802pS1XfaOLwjMWhA?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/ozI0l802pS1XfaOLwjMWhA?feat=embedwebsite"  img src="https://lh6.googleusercontent.com/-3nyElcJ1aog/TsHi9NYIOTI/AAAAAAAABSw/GPoHuEPsQ0Q/s144/perdamaian2.jpg" height="107" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/HariPerdamaianDiTamanPintarBersamaOneEarthFamily?authuser=0&feat=embedwebsite" Hari Perdamaian di Taman Pintar bersama One Earth Family /a  /td  /tr  /table " /> 

 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/HybB_Z6WDeKUhaLHWEedfA?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/HybB_Z6WDeKUhaLHWEedfA?feat=embedwebsite"  img src="https://lh3.googleusercontent.com/-U18IuqbHB0Y/TsHi98K-glI/AAAAAAAABTE/89PbIMLcm3M/s144/perdamaian3.jpg" height="107" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/HariPerdamaianDiTamanPintarBersamaOneEarthFamily?authuser=0&feat=embedwebsite" Hari Perdamaian di Taman Pintar bersama One Earth Family /a  /td  /tr  /table " /> ]]></description><pubDate>Tue, 15 Nov 2011 10:28:13 +0000</pubDate><link>http://www.akcjoglosemar.org/beranda/hari-perdamaian-di-taman-pintar-bersama-one-earth-family/</link><guid>http://www.akcjoglosemar.org/beranda/hari-perdamaian-di-taman-pintar-bersama-one-earth-family/</guid></item><item><title><![CDATA[Launching Buku Karma Yoga dan Talk Show &quot;Etos Kerja Transpersonal Untuk Zaman Baru&quot;]]></title><description><![CDATA[ <p> by Amira Fawzia on Monday, October 10, 2011 at 10:38am </p> 

 <p> Dalam rangka mendukung International Volunteer Day yang dicanangkan oleh PBB yang diperingati setiap 5 Desember, One Earth College of Higher Learning, Anand Krishna Centre Joglosemar dan Forum Pengajar, Dokter dan Psikolog bertempat di UC 2 UGM, pada hari Sabtu, 8 oktober lalu, menyelenggarakan acara Talk Show dan Launching buku terbaru karya Bapak Anand Krishna, Karma Yoga Bagi Orang Modern. </p> 

 <p> Rangkaian acara Talk Show diawali dengan launching buku Karma Yoga yang fenomenal. Fenomenal karena buku ini telah terjual 1300 copy sebelum masuk ke Toko Buku. Launching Buku dilakukan oleh Area Manager DIY-Jateng Group of Books Publishing Kompas Gramedia, Bapak F.X Sumaryoto, ditandai dengan penyerahan dari pihak Penerbit Gramedia kepada Anand Krishna. Para peserta yang mendapatkan buku Karma Yoga pada hari itu, beruntung, karena selain mendapat harga khusus, di dalamnya juga ada voucher potongan 30% mengikuti Program e-learning One Earth College. Buku ini akan masuk dan beredar di Toko Buku pada tanggal 11 Oktober 2011. </p> 

 <p> Selama kurang lebih dua jam, para peserta yang hadir mulai dari mahasiswa, akademisi, profesional muda sampai Ibu rumah tangga mengikuti jalannya Talk Show yang menginspirasi tanpa rasa jenuh. Talk Show seru yang memberi insight baru menghadirkan Dosen dan Praktisi Transpersonal Psikologi UGM Ibu Kwartarini Wahyu Yuniarti, M. Med.Sc., Ph.D, Guru Besar Fakultas Teknik UGM Bapak Prof. Ir. Nizam, M.Sc., DIC., Ph.D serta dipandu oleh Bapak Ronny Sugiantoro, S.Pd., S.E., M.M. Wakil Pemimpin Redaksi Harian Kedaulatan Rakyat, bertindak sebagai Moderator. Obrolan santai yang sesekali dibumbui dengan humor baik dari Moderator dan dari Ibu Bo (panggilan akrab Ibu Kwartarini) membuat suasana menjadi lebih semarak, dan pesan yang ingin disampaikan yaitu memasyarakatkan volunteerism atau kesukarelaan sebagai semangat dibalik setiap pekerjaan, dan dalam menjalani profesi kita sehari-hari mengena pada para peserta yang hadir. </p> 

 <p> Sebagai pembicara pertama, Ibu Kwartarini menjelaskan bahwa dalam bekerja, ada tiga motif yang melandasi, yaitu bekerja sebagai job, career, dan calling. Jika kita bekerja sebatas job, maka motif memperoleh imbalan menjadi pemicu utama kita. Naik sedikit ke motif carrier dimana yang menjadi fokus perolehan bukan melulu gaji, tapi lebih kepada jenjang jabatan. Kecenderungannya adalah jika seseorang sudah mencapai jenjang jabatan yang tertinggi di tempatnya bekerja alias karir nya sudah mentok, maka ia akan mencari kepuasan lain, misalnya pindah tempat kerja dsb. Yang terakhir adalah calling, motif kita untuk bekerja adalah semata-mata kepuasan diri, bekerja tidak lagi karena terpicu ingin mendapat gaji atau karir lagi, namun semata-mata karena ia menyukai apa yang ia lakukan.
 </p> 
 

 <p> Pak Nizam mengambil benang merah dari apa yang sudah disampaikan oleh Ibu Bo, melalui pemutaran singkat film The Power of Ten dan cuplikan gambar mengenai kesulitan hidup yang dialami saudara kita di Sudan dan sekitarnya. Gambar dan film tsb mengingatkan kita bahwa kita tidak hidup sendiri di dunia ini, ada interdependensi. Dan jika hidup kita disini tidak kekurangan suatu apa, tidak berarti sebagai manusia kita bisa acuh tak acuh terhadap keadaan "minus" yang melanda di belahan dunia lain. Kita diingatkan bahwa di semesta raya yang besar ini, manusia hanya setitik kecil partikel debu, dan jika kulit dan tulang yang menyusun tubuh kita ini diperbesar, maka kita semua adalah gelombang yang bergetar. Dan pada akhirnya kita diajak untuk mensyukuri apa yang telah kita miliki. </p> 

 <p> Setelah paparan dari kedua pembicara sebelumnya, Bapak Anand Krishna melihat bahwa apa yang telah disampaikan oleh kedua pembicara di awal memang kenyataan yang ada, kondisi yang ada ini membuktikan bahwa selama ini kita memang tidak punya sense of urgency. Urjensi yang cukup kuat untuk membuat kita mau bertindak, action memperbaiki diri dan lingkungan kita. Bukan untuk mencari pamrih, apa pun itu, namun melakukan apa yang bisa dilakukan tanpa motif. Sepi Ing Pamrih, Rame Ing Gawe, itulah yang paling tepat untuk menggambarkan semangat di balik setiap pekerjaan yang kita lakukan.
 </p> 
 

 <p> Buku karma Yoga mengulas dengan detil bagaimana kita bisa mengupayakan bekerja sebagai sebuah persembahan dan mempertahankan semangat melayani sesama sebagai bagian dari etos kerja kita. Mengutip beberapa ayat dari Bhagavad Gita (baca juga Bhagavad Gita bagi Orang Modern dan The Gita of Management oleh penulis yang sama) bahwa dalam membudayakan etos kerja transpersonal, Sepi Ing Gawe Rame Ing Pamrih pun, terkandung juga penerapan careful management dan compassionate management. Kita harus mengendalikan dan mengawasi setiap usaha kita, apakah ada pihak atau lingkungan yang dikorbankan atau dirugikan atau tidak. Tidak bisa kita memproduksi barang yang merugikan kesehatan orang, lalu kemudian dari laba yang kita peroleh tsb kita membangun Rumah Sakit. Bapak Anand Krishna juga mengatakan bahwa menjadi insan yang tanpa pamrih, adalah agenda baru dalam penciptaan manusia. Oleh karena itu, menjadi baik sungguh-sungguh butuh usaha dan kerja keras. Ddddan dengan upaya yang sungguh-sungguh untuk menjadi tanpa pamrih ini, tidak akan ada lagi slogan SMS (Susah Melihat orang lain Senang dan Senang Melihat orang lain Susah). </p> 

 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/D76QBBlcqy7Hd2AQ656amA?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/D76QBBlcqy7Hd2AQ656amA?feat=embedwebsite"  img src="https://lh4.googleusercontent.com/-RigIE4pWWOQ/TsHoqCJOTlI/AAAAAAAABU4/XoMmAyI14V0/s144/karma3.jpg" height="108" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/LaunchingBukuKarmaYoga?authuser=0&feat=embedwebsite" Launching Buku Karma Yoga /a  /td  /tr  /table " /> 

 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/W-0DodFNfFEDgc_A7xRrjA?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/W-0DodFNfFEDgc_A7xRrjA?feat=embedwebsite"  img src="https://lh3.googleusercontent.com/-KzOFHm62R-o/TsHorOaNf-I/AAAAAAAABVA/s0aDXTQRqG0/s144/karma2.jpg" height="108" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/LaunchingBukuKarmaYoga?authuser=0&feat=embedwebsite" Launching Buku Karma Yoga /a  /td  /tr  /table " /> 
 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/_oOZD8_87gdrBxbxKS4mRQ?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/_oOZD8_87gdrBxbxKS4mRQ?feat=embedwebsite"  img src="https://lh6.googleusercontent.com/--dseCtR-SoU/TsHoq8B9qzI/AAAAAAAABVE/_k7YJClyUNg/s144/karma1.jpg" height="96" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/LaunchingBukuKarmaYoga?authuser=0&feat=embedwebsite" Launching Buku Karma Yoga /a  /td  /tr  /table " /> ]]></description><pubDate>Tue, 15 Nov 2011 10:26:52 +0000</pubDate><link>http://www.akcjoglosemar.org/beranda/launching-buku-karma-yoga-dan-talk-show-etos-kerja-transpersonal-untuk-zaman-baru/</link><guid>http://www.akcjoglosemar.org/beranda/launching-buku-karma-yoga-dan-talk-show-etos-kerja-transpersonal-untuk-zaman-baru/</guid></item><item><title><![CDATA[Seminar Transpersonal Psychology dan Launching E-learning One Earth College Of Higher Learning]]></title><description><![CDATA[ <p> by Amira Fawzia on Friday, September 9, 2011 at 5:04pm </p> 

 <p> Dalam era globalisasi ini di mana batas-batas negara menjadi tidak relevan, di mana terjadi pertukaran aktivitas sosial yang intensif yang pola lama politik ekonomi dan tatanan sosial budaya yang lama. Pendidikan sekarang juga memasuki wajah baru, dengan adanya sistem internet real time, memungkinkan setiap orang untuk mendapatkan pendidikan setinggi mungkin melalui jalur E-learning dan Distant Learning. </p> 

 <p> One Earth Integral Education Foundation bekerja sama dengan Anand Ashram Foundation (berafiliasi dengan PBB)/www.anandkrishna.org mengadakan seminar Spiritual Transpersonal Psychology and Interfaith Studies dan launching program e-learning. One Earth College of Higher Learning adalah yang mewadahi program e-learning One Earth Integral Education dan Anand Ashram. Acara yang diselenggarakan, Jum’at 9 September 2011, dihadiri para pendidik, mahasiswa, pemerhati pendidikan, media seperti Bernas, KR, dan Radar, dan masyarakat umum. Bertempat di UC UGM, semua kursi yang disediakan terisi penuh mulai dari awal hingga akhir acara.
 </p> 
 <p> Selama dua jam, dari pukul 09.00 – 11.00 WIB, banyak informasi baru bagi para peserta, yang disampaikan oleh orang-orang yang berkompeten di bidangnya.  Dibuka dengan menyanyikan lagu Indonesia Raya, kemudian dilanjutkan oleh  paparan dari Ketua One Earth Integral Education Foundation oleh Ibu Wayan Suriastini, yang menjelaskan mendesaknya kebutuhan penyebarluasan pendidikan integral. Pendidikan yang tidak hanya menyentuh aspek fisik dan intelek saja, tapi juga aspek mental, emosional, dan jiwa. Yayasan One Earth Integral Education adalah “sister” dari One Earth School Bali, yang berdiri ada 2008 lalu. Ketua Yayasan Anand Ashram menguraikan bahwa E-learning ini merupakan kesinambungan upaya yang dilakukan Yayasan Anand Ashram dalam mewujudkan visi One Earth, One Sky, One Humankind. </p> 

 <p> Dalam seminar yang dimoderatori oleh Bapak Tunggul, menghadirkan tiga pembicara, yaitu Bapak Hendro Prabowo S.Psi—praktisi dan akademisi Transpersonal Psikologi, Ibu Dra. Nadiroh As Sariroh aktivis perempuan dan pluralisme, serta Bapak Anand Krishna, yang juga sebagai Program Creator e-learning. Secara garis besar, Pak Hendro menguraikan bahwa Transpersonal Psychology mengakui  pengalaman religius yang dialami pribadi sebagai sebuah langkah menuju kesehatan jiwa. Ibu Dra. Nadiroh As Sariroh dari Jaringan Perempuan Yogyakarta (JPY) menceritakan tentang pengalamannya, bahwa keberagaman yang ada di Indonesia merupakan sebuah berkah, falsafah kita Bhineka Tunggal Ika. Bagaimana kebhinekaan kita diikat oleh kebersamaan, bagaimana kita saling mengapresiasi agama yang berbeda dimulai dengan pendidikan anak-anak sejak dini dalam kegiatan beliau di Sanggar Anak Alam. Ibu Nadiroh mendukung proses pembelajaran e-learning sebagai wujud kegiatan pendidikan partisipatif dan dua arah.
 </p> 
 <p> Bapak Anand Krishna sebagai pengagas program Transpersonal Psychology menguraikan bahwa apa yang kita alami sekarang adanya polar shift of consciousness, dimana pendidikan, seharusnya membuat manusia tidak hanya mengejar kesuksesan pribadi tapi bertanggung jawab terhadap lingkungan dan sesama. </p> 

 <p> Implementasi pendidikan Transpersonal Psychology tujuannya untuk mengingatkan bangsa kita kembali akan indigenous value yaitu gotong royong. Para founding father kita sejak dulu mengatakan bahwa kemerdekaan itu merupakan hak semua negara, bukan hanya bicara tentang kemerdekaan Indonesia, hal ini merupakan Transpersonal Psychology.   </p> 

 <p> Di penghujung Seminar, dilakukan Launching One Earth College of Higher Learning (www.oneearthcollege.com) bersama oleh ketiga pembicara, Bapak Anand Krishna, Bapak Hendro Prabowo, serta Ibu Sariroh, didampingi Ketua Program Studi One Earth College, Ketua Yayasan One Earth Integral Education, dan Ketua Yayasan Anand Ashram. Dilanjutkan dengan penjelasan tentang program-program One Earth College, oleh Bapak Triwidodo selaku Ketua Program Studi. Program-program One Earth College yang telah dibuka diantaranya adalah Neo Interfaith Studies, Neo Trancendental Psychology, dan The Ancient History and Culture of The Indonesian Archipelago, dan akan segera disusul dengan beberapa program lain. </p> 

 <p> Animo peserta cukup tinggi untuk mengikuti program e-learning ini, terbukti beberapa orang yang walaupun telah lanjut usia, langsung membayar dan memastikan tidak mau ketinggalan untuk ikut kelas e-learning One Earth College. </p> 

 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/X19rTuyV3fOcUamrz8_00w?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/X19rTuyV3fOcUamrz8_00w?feat=embedwebsite"  img src="https://lh4.googleusercontent.com/-JhuIYd9BD3M/TsHjuJEi79I/AAAAAAAABUE/Z5BmFTY7pes/s144/elerning6.jpg" height="108" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/SeminarTranspersonalPsychologyDanLaunchingELearningOneEarthCollegeOfHigherLearning?authuser=0&feat=embedwebsite" Seminar Transpersonal Psychology dan Launching E-learning One Earth College Of Higher Learning /a  /td  /tr  /table " /> 
 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/TjTzmr_2ELsKGhL4nmGQTQ?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/TjTzmr_2ELsKGhL4nmGQTQ?feat=embedwebsite"  img src="https://lh3.googleusercontent.com/-opqXukGIQyA/TsHjuAsZqDI/AAAAAAAABT8/QGLrMztAXHo/s144/elerning1.jpg" height="96" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/SeminarTranspersonalPsychologyDanLaunchingELearningOneEarthCollegeOfHigherLearning?authuser=0&feat=embedwebsite" Seminar Transpersonal Psychology dan Launching E-learning One Earth College Of Higher Learning /a  /td  /tr  /table " /> 
 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/psqeA7I6bJ3OuWnAvYfxVA?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/psqeA7I6bJ3OuWnAvYfxVA?feat=embedwebsite"  img src="https://lh4.googleusercontent.com/-S8GqItUcGWM/TsHjuzPfsKI/AAAAAAAABUI/TnhZ6i15KiA/s144/elerning3.jpg" height="96" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/SeminarTranspersonalPsychologyDanLaunchingELearningOneEarthCollegeOfHigherLearning?authuser=0&feat=embedwebsite" Seminar Transpersonal Psychology dan Launching E-learning One Earth College Of Higher Learning /a  /td  /tr  /table " /> 
 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/9g9IPchGaNWpWkmJt-qcoQ?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/9g9IPchGaNWpWkmJt-qcoQ?feat=embedwebsite"  img src="https://lh5.googleusercontent.com/-r1t4ITc2Kwc/TsHjuVZuUJI/AAAAAAAABUA/bH_Uq2gfFLE/s144/elerning2.jpg" height="108" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/SeminarTranspersonalPsychologyDanLaunchingELearningOneEarthCollegeOfHigherLearning?authuser=0&feat=embedwebsite" Seminar Transpersonal Psychology dan Launching E-learning One Earth College Of Higher Learning /a  /td  /tr  /table " /> 
 <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/UkCH0_pwOZc74IkHPlwBFg?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/UkCH0_pwOZc74IkHPlwBFg?feat=embedwebsite"  img src="https://lh6.googleusercontent.com/-0zB26ygRi6s/TsHjv1X5UiI/AAAAAAAABUY/hCuurSikRpw/s144/elerning4.jpg" height="108" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/SeminarTranspersonalPsychologyDanLaunchingELearningOneEarthCollegeOfHigherLearning?authuser=0&feat=embedwebsite" Seminar Transpersonal Psychology dan Launching E-learning One Earth College Of Higher Learning /a  /td  /tr  /table " />  <img src="https://picasaweb.google.com/lh/photo/pVQyVQhb-KwyOZW8v1ONBA?feat=directlink" alt=" table style="width:auto;"  tr  td  a href="https://picasaweb.google.com/lh/photo/pVQyVQhb-KwyOZW8v1ONBA?feat=embedwebsite"  img src="https://lh4.googleusercontent.com/-a6PiymqB_8s/TsHjv6Qz9fI/AAAAAAAABUc/BE5MwIOi42g/s144/elerning5.jpg" height="108" width="144" /  /a  /td  /tr  tr  td style="font-family:arial,sans-serif; font-size:11px; text-align:right" From  a href="https://picasaweb.google.com/akcjoglosemar/SeminarTranspersonalPsychologyDanLaunchingELearningOneEarthCollegeOfHigherLearning?authuser=0&feat=embedwebsite" Seminar Transpersonal Psychology dan Launching E-learning One Earth College Of Higher Learning /a  /td  /tr  /table " /> ]]></description><pubDate>Tue, 15 Nov 2011 10:25:51 +0000</pubDate><link>http://www.akcjoglosemar.org/beranda/seminar-transpersonal-psychology-dan-launching-elearning-one-earth-college-of-higher-learning/</link><guid>http://www.akcjoglosemar.org/beranda/seminar-transpersonal-psychology-dan-launching-elearning-one-earth-college-of-higher-learning/</guid></item><item><title><![CDATA[Lingkungan dan Penghargaan]]></title><description><![CDATA[ <strong>  <p> Lingkungan dan Penghargaan </p>  </strong> 
 <p> Oleh Anand Krishna* </p> 
 <p> RADAR JOGJA, Thursday, 16 June 2011 10:15 </p> 

 <p> Javier Bardem, seorang bintang asal Spanyol, mengatakan, ”Sebuah penghargaan tidak membuatmu menjadi seorang bintang yang baik.” (An award doesn't necessarily make you a better actor) Lalu, untuk apa mengejar sebuah penghargaan? Ya, mengejar….Karena, banyak di antara kita yang merasa belum menjadi cukup baik, bila belum mendapatkan penghargaan. Pertanda apakah ini? </p> 
 <strong>  <p> Kurangnya Percaya Diri </p>  </strong> 
 <p> Jika aku “menjadi” baik karena penghargaan yang kuterima, maka aku juga bisa menjadi tidak baik karena penghargaan yang tidak kuterima. Berarti, kebaikan diriku sepenuhnya tergantung pada penghargaan yang kuterima. </p> 
 <p> Penulis masyhur Tolstoy dan Mahatma Gandhi mempersembahkan seluruh hidup mereka untuk menyebarluaskan berita kasih dan damai -mereka tidak memperoleh penghargaan Nobel. Apakah komitmen mereka, kontibusi mereka, atau integritas mereka diragukan? </p> 
 <p> Bahkan, ada kalanya penghargaan tersebut diberikan kepada seorang yang belum membuktikan kontribusinya. Jadi penghargaan diberikan sebelum adanya hasil. Tahu kan maksud saya siapa? Permainan macam apa pula itu? </p> 
 <p> Ada kalanya… </p> 
 <strong>  <p> Penghargaan Mematikan Kreativitas </p>  </strong> 
 <p> Hampir semua penulis yang memperoleh penghargaan tertinggi untuk penulisan mereka, justru tidak mampu lagi menelurkan tulisan yang lebih baik. Kenapa? Karena, alam bawah sadarnya sudah meyakini bila dirinya sudah “berbuat yang terbaik”. Maka, ia diperbudak oleh keyakinannya sendiri, yang dalam hal ini justru mematikan kreativitasnya.
Lalu, untuk apakah penghargaan? Sekadar untuk menghargai apa yang telah dibuatnya, atau untuk memotivasi dia untuk berbuat yang lebin baik? </p> 
 <p> Jika tujuannya sekadar untuk menghargai apa yang telah dibuatnya, maka, okay. Tapi, jika tujuannya adalah “juga” untuk memotivasi supaya si pembuat kebaikan berbuat yang lebih baik lagi, maka sorry, belum tentu! </p> 
 <p> Nah, sekarang bicara-bicara tentang penghargaan macam Kalpataru dan Adipura. Yang pertama untuk lingkungan, dan yang kedua untuk kebersihan kota. Adalah penting bagi pihak yang memberi penghargaan itu untuk merenungkan kembali tujuan pemberian penghargaan. </p> 
 <p> Untuk apa penghargaan-penghargaan tersebut diberikan? Untuk mengapresiasi apa yang sudah dilakukan, untuk memotivasi supaya yang bersangkutan dapat melakukan sesuatu yang lebih baik lagi di kemudian hari, atau untuk apa? </p> 
 <p> Jika penghargaan diberikan untuk sesuatu yang sudah dilakukan, maka selesailah percakapan kita di sini, dan sekarang juga. Jika penghargaan diberikan untuk sesuatu yang diharapkan di kemudian hari, maka kita boleh berargumentasi sejenak apakah hal itu efektif atau tidak. 
Adakah tujuan lain untuk memberi penghargaan? Khususnya dalam konteks lingkungan hidup, dan kebersihan kota. Adakah kriteria kita untuk memberi penghargaan-penghargaan tersebut sudah cukup cerdas dan cermat?  </p> 
 <p> Pelestarian lingkungan hidup juga mesti dikaitkan dengan pencegahan terhadap kerusakan lingkungan. Kerusakan atau upaya-upaya pelestarian “kasat mata” yang dapat diukur, ditimbang, dan dinilai -rasanya belum cukup- untuk dijadikan kriteria bagi pemberian penghargaan. 
Kita mesti menemukan “factor utama” yang menyebabkan terjadinya kerusakan. Dan, faktor utama itu adalah “keserakahan” manusia. Selama manusia masih serakah -termasuk serakah untuk menerima penghargaan yang ada kalanya bisa diataur asal kenal orang yang tepat di atas sana- maka lingkungan akan tetap rusak, malah tambah rusak. Upaya-upaya tambal-sulam yang selama ini dilakukan tidak banyak membantu. </p> 
 <p> Rusaknya lingkungan adalah akibat dari rusaknya moral kita. Rusaknya lingkungan adalah hasil dari rusaknya nilai-nilai adat yang terlupakan. Leluhur kita menghormati lingkungan. Pohon beringin di tengah alun-alun di-“puja”, dimuliakan -kita menertawakan mereka, dan menyebutnya animis. Kita sama sekali tidak memahami maksud dan tujuan mereka menghormati, memuja, dan memuliakan pepohonan, bukit, gunung, sungai, laut, dan sebagainya.  </p> 
 <p> Pun demikian dengan penghargaan untuk kebersihan kota. Kebersihan fisik kasat mata saja kiranya belum cukup untuk dijadikan standar bagi pemberian penghargaan. Bagaimana dengan “kebersihan” lembaga-lembaga dan institusi-institusi pelayanan masyarakat? Cukup bersihkah? Efisienkah? Puaskah warga kota dengan pelayanan yang diberikan? Adakah pajak yang dipungut dari masyarakat telah digunakan dengan baik? </p> 
 <p> Bagaimana pula dengan “kebersihan” mental, emosional, intelektual, dan moral para petugas yang semestinya melayani, tapi malah lebih sering menuntut untuk “dilayani”? Sebersih apapun kota-kota kita, bila “pelayan” kota masih kotor dan tidak bersih -maka sesungguhnya kota itu masih jauh dari impian kita akan kota-ideal atau Adipura. </p> 
 <p> Lalu, Apa yang Mesti Dilakukan? Atasi keserakahan manusia dengan mengembangkan kasih di dalam dirinya. Kembangkan kembali nilai-nilai luhur yang pernah tumbuh di dalam jiwa kita. Lihatlah wajah Gusti Allah di mana-mana, di Barat, di Timur, di Utara, dan di Selatan. Dengan jumlah mata-Nya yang tak terhitung, Ia sedang menyaksikan setiap perbuatan kita. Dengan jumlah telinga-Nya yang tak terhitung, Ia pun mendengar setiap gerakan pikiran kita. Kita bisa membodohi dan menipu sesama, tetapi tidak bisa membodohi dan menipu Dia. Dia Maha Menyaksikan dan Maha Mendengar… </p> 
 <p> Selama masih ada keserakahan di dalam diri, selama masih ada kekotoran di dalam jiwa maka lingkungan akan tetap rusak. Dan, sebersih apapun kota yang kita huni, kita tinggali, tidak dapat membahagiakan jiwa kita sendiri. 
Untuk itu tidak perlu menunggu pemberian Kalpataru, Adipura, atau penghargaan lain. Sesungguhnya sekarang dan saat ini juga kita dapat memberikan penghargaan kepada diri sendiri! Ketika keserakahan tergusur oleh kasih terhadap sesama dan kekotoran pikiran sirna maka kita boleh memberi penghargaan Kalpataru dan Adipura kepada diri sendiri. Dan, penghargaan itu dapat kita berikan setiap waktu, setiap hari, dari hari ke hari. </p> 
 <p> Kemudian, bila ada yang menghargai itu, dan memberi pula penghargaan lain kita terima, kita bersyukur. Tapi, kita tidak membutuhkannya untuk memotivasi diri. Seorang manusia ideal memotivasi dirinya sendiri. Ia tidak membutuhkan pemicu dari luar untuk menjadi baik, karena ia tahu bila kebaikan adalah baik.  </p> 

 <p> *Humanis dan penulis lebih 140 buku (www.anandkrishna.org)
 </p> 
  	

]]></description><pubDate>Sat, 18 Jun 2011 20:11:30 +0000</pubDate><link>http://www.akcjoglosemar.org/artikel/lingkungan-dan-penghargaan/</link><guid>http://www.akcjoglosemar.org/artikel/lingkungan-dan-penghargaan/</guid></item><item><title><![CDATA[GANTI HAKIM, 12 SAKSI DIPERIKSA ULANG]]></title><description><![CDATA[ <p> GANTI HAKIM, 12 SAKSI DIPERIKSA ULANG </p> 

 <p> Dimuat di harian Suara Merdeka edisi Cetak, Kamis – 16 Juni 2011, hal. 3 </p> 
 <p> *Kasus Anand Krishna </p> 

 <p> JAKARTA – Sidang kasus dugaan asusila dengan terdakwa Anand Krishna diulang. Padahal, semua agenda siding Rabu (15/6), adalah pembacaan tuntutan Jaksa Penuntut Umum (JPU).  </p> 

 <p> Ketua Majelis Hakim, Albertina Ho memerintahkan JPU menghadirkan kembali 12 saksi dalam persidangan berikutnya untuk diperiksa ulang. Kendati 12 saksi tersebut diantaranya, Tara Tari, Sinta Kencana, Sumidah, Paramitha Agustin, Chandra, dan Dian Maya Sari telah diperiksa dalam persidangan sebelumnya. </p> 

 <p> Albertina mengatakan, majelis Hakim mengulang pemeriksaan karena semua hakim dalam persidangan tersebut baru menggantikan majelis hakim sebelumnya.
Majelis Hakim sebelumnya, Hari Sasangka (ketua), Subiantoro (anggota) dan Didi Stianhandono (anggota) diganti Albertina Ho (ketua), M Razzak (anggota) dan Suko Harsono (anggota). Hari Sasangka dimutasi dan dipromosikan menjadi hakim tinggi Pengadilan Tinggi (PT) Ambon. </p> 

 <p> Menanggapi perintah pemeriksaan ulang tersebut, JPU menyatakan keberatan. “Kami mohon keberatan kami dicatat dalam notulen,” ujar JPU, Martha Derliana Tobing. </p> 

 <p> Menurut Martha, berdasarkan Pasal 182 KUHAP m
ajelis hakim dapat memerintahkan menghadirkan saksi lagi atau atau pemeriksaan ulang setelah siding ditutup. “Artinya setelah didengar, tuntutan, pledoi, replik dan duplik,” ujarnya dalam pesidangan. </p> 

 <p> Atas protes tersebut Albertina menyatakan, belum mempelajari berkas perkara sebelumnya. “Majelis hakim dalam mencari kebenaran harus berdasarkan formil dan keyakinan. Jadi kam memutuskan itu (pemeriksaan ulang).” </p> 

 <p> Keganjilan </p> 
 <p> Keputusan majelis hakim tersebut disambut gembira oleh terdakwa. Anand menyatakan, pemeriksaan saksi memang harus diulang. Sebab ada sejumlah keganjilan dalam proses persidangan sebelumnya. “Banyak keganjilan yang membuat saya amat bingung,” ujar Anand dalam persidangan. </p> 

 <p> Menurutnya, pemeriksaan saksi dalam persidangan sebelumnya tidak menyangkut dakwaan, namun justru memeriksa pemikiran-pemikiran terdakwa yang tertuang dalam buku. Dalam siding sebelumnya majelis hakim membiarkan saksi mengancam terdakwa dalam persidangan dan dapat menginterupsi majelis hakim. </p> 

 <p> Anand juga memprotes penahanannya. Sebab saat ditahan kondisi kesehatannya sedang memburuk. (K24-25,80) </p> ]]></description><pubDate>Sat, 18 Jun 2011 20:00:10 +0000</pubDate><link>http://www.akcjoglosemar.org/berita/ganti-hakim-12-saksi-diperiksa-ulang/</link><guid>http://www.akcjoglosemar.org/berita/ganti-hakim-12-saksi-diperiksa-ulang/</guid></item><item><title><![CDATA[GANDHI dan BUNG KARNO]]></title><description><![CDATA[ <p>  <strong> GANDHI dan BUNG KARNO </strong>  </p> 
 <p> Oleh : Anand Krishna </p> 

 <p> Gandhi sering mengatakan bahwa hidupnya adalah pesannya. Dan, jika kita mempelajari hidupnya maka kita temukan 3 mutiara pesannya inti ajarannya: Satyagraha, Swadeshi, Ahimsa. Satyagraha. Terdiri dari dua kata ‘Satya berarti ‘kebenaran’, dan Agraha berarti ‘permintaan’. Namun, agraha bukan sekadar permintaan biasa. Ia adalah ‘permintaan demi dan bagi kebenaran, kebajikan dan keadilan’. Ia adalah ‘permintaan tanpa kompromi’ karena kebenaran tidak perlu berkompromi.
 </p> 
 
 <p> Dalam bahasa Bung Karno Sang Arsitek Negara Modern Republik Indonesia -  ini adalah  “Tekad yang Bulat”. Tekad yang bulat seperti juga Satyagraha - muncul dari keyakinan yang kuat dan tak tergoyahkan pada sesuatu. Slogan Bung Karno ‘Sekali Merdeka’ Tetap Merdeka’ adalah hasil dan wujud dari Tekad yang Bulat - Tekad yang Kuat. </p> 
 
 <p> Satyagraha Gandhi tidak lain dan tidak beda dari ‘Tekad yang Bulat’ Sukarno. Beda bahasa, beda ungkapan, beda idiom  tapi intinya sama. Artinya sama. Dalam bahasa para leluhur kita, ini adalah ‘Ichhaa Shakti’  Will Power  Kehendak yang kuat. Tanpa ‘will power’  kita tidak mampu berbuat sesuatu yang luar biasa. </p> 


 <p> Bung Karno mengatakan bahwa bisa saja kita membangun jembatan-jembatan kecil yang tidak berarti -  tapi tidak bisa membangun pencakar langit tanpa tekad, tanpa kehendak yang kuat. Satyagraha dan kebulatan tekad bersumber dari  Swadeshi  (Produk) negeri sendiri. Demikian arti umum swadeshi. Tapi, lebih dari itu, swadeshi juga berarti kemampuan diri sendiri. </p> 

 
 <p> Dalam bahasa Bung Karno  inilah Berdikari  atau berdiri di atas kaki sendiri. Atau, menjadi diri sendiri  mandiri. Apa artinya? Berarti, mengenal potensi diri - dan memberdayakan diri (Self-empowerment). Dalam bahasa leluhur kita  disebut ‘Gyana Shakti’  The Power of Knowledge, Intelligence, and Wisdom. </p> 


 <p> Mengenal diri berarti mengenal potensi diri dan sekaligus memberdayakan diri dan menambah apa yang kurang. Jadi, bukan sekadar mengenal diri secara pasif “Oh, bagaimanapun juga kita kan orang biasa”. Tidak. Mengenal diri berarti merealisasikan potensi diri sepenuhnya. Gandhi pun manusia biasa - Sukarno pun manusia biasa. Apa yang mereka capai - kita pun dapat mencapainya. Kenapa tidak? </p> 

 

 <p> Untuk itu  alat yang disarankan dan dipakai oleh Gandhi adalah  Ahimsa  berarti, Tanpa kekerasan. Apa yang menjadi dasar dari azas ini? Bung Karno pernah menjelaskan kepada putranya, Guntur, yang saat itu masih remaja, ‘Tat Tvam Asi’. Dasarnya adalah bahwa, Aku adalah Kamu dan Kamu adalah Aku.
 </p> 
 

 <p> Adakah sesuatu yang membedakan manusia dari manusia? Kita sama-sama manusia - tinggal di planet Bumi yang sama. Di bawah langit yang sama pula. ‘One Earth, One Sky, One Humankind’ Satu Bumi, Satu Langit, Satu Umat Manusia. Jangankan pada sesama manusia  kekerasan yang kita lakukan terhadap sesama makhluk hidup pun berdampak pada diri kita sendiri. </p> 

 

 <p> Kita memburu burung-burung tak bersalah. Mereka mati - ulat-ulat yang biasa menjadi makanan mereka bertumbuh, dan beranak-pinak secara bebas. Kemudian menjadi wabah dan menyerang ladang kita, bahkan badan kita. Ahimsa berarti Loving, Caring, and Sharing -  Saling kasih-mengasihi, saling peduli dan saling berbagi. </p> 

 

 <p> Inilah ‘Gotong Royong’ dalam bahasa Bung Karno. Tanpa azas gotong royong - one for all, all for one -  satu untuk semua, dan semua untuk satu - kita menjadi manusia-manusia picik, berpikiran sempit, dan hanya mementingkan diri saja. Dalam bahasa para leluhur, inilah Kriya Shakti atau The Power of Action. Berarti, bukan sekadar konsep atau filsafat, tetapi sesuatu yang bisa diaplikasikan. Sesuatu, yang justru mesti dipraktikkan. </p> 

 

 <p> Tiga mantra ini, Satyagraha, Swadeshi, dan Ahimsa,  Tekad yang Bulat, Berdikari, dan Gotong Royong merupakan aji yang dapat menyelamatkan bangsa kita. Dan bukan sekadar bangsa kita  tetapi juga bangsa-bangsa lain di dunia. Tiga Mantra inilah Penyelamat Dunia. Inilah Mesias, inilah Mahatma yang ditunggu-tunggu oleh dunia.
 </p> 
 

 <p> Untuk itu, kita mesti mulai mengaplikasikan mantra-mantra ini dalam hidup kita sendiri. Ya, mengaplikasikan! Mantra-mantra ini bukan untuk diucap, dan diulangi seperti burung beo. Mantra-mantra ini mesti dihidupi, dilakoni, dipraktikkan. Yakinlah Anda pun bisa menjadi Gandhi atau Bung Karno jika bertekad bulat, meyakini kemampuan diri, dan bahu-membahu saling membantu. Bukan saja Indonesia Baru tapi Dunia Baru ada di depan mata. Jadilah penyambung, kontributor bagi dunia baru itu. Jadilah warga dunia baru itu. Anda bisa! q - o. (2842-2011).
 </p> 
 

 <p> *) Anand Krishna,  pemerhati masalah, sosial, humanis, dan penulis lebih dari 140 buku. </p> 

 

 <p> Sumber : </p> 

 <p> http://www.kr.co.id/web/detail.php?sid=238248&actmenu=39 </p> ]]></description><pubDate>Sat, 30 Apr 2011 22:02:48 +0000</pubDate><link>http://www.akcjoglosemar.org/artikel/gandhi-dan-bung-karno/</link><guid>http://www.akcjoglosemar.org/artikel/gandhi-dan-bung-karno/</guid></item><item><title><![CDATA[PPSTK 13 Februari 2011: Menggapai Ketenangan Pikiran]]></title><description><![CDATA[ <p>  <strong> PPSTK 13 Februari 2011: Menggapai Ketenangan Pikiran </strong>  </p> 

 <p> Pelayayan PPSTK 13 Februari 2011 adalah pelayanan ke empat yang diberikan di dusun adopsi, dusun Ngaglik, Desa Krinjing. Orang dewasa muda, lanjut usia dan remaja  dengan pertemuan ke empat ini telah dua kali mendapatkan latihan therfa–terapi untuk menghilangkan rasa cemas dengan mengluarkan memori-merori terpendam yang menggagu seperti dalam periode pasca merapi mengeluarkan trauma-trauma yang ada karena letusan merapi dengan mengeluarkan teriakan ha.. ha.. ha... Pertama diberikan pada pelayayan kedua karena permintaan dari sebagian  warga yang sebelumnya pernah mendapatkan dari tim PPSTK saat mereka ada di pengungsian di Magelang.  Kedua adalah tadi pagi.  Terapi yang diakhiri dengan afirmasi “aku sangat bahagia” ini menghatarkan setiap orang yang melakukanya dengan sungguh-sungguh menggapai ketenangan pikiran.  </p> 

 <p> Sementara itu bagi anak-anak dilakukan dengan cara meminta mereka menggambarkan apa yang mereka ingat tentang Gunung Merapi. Sebanyak lima piluh persen (24 orang) dari anak-anak ini masih menggambarkan gunung Merapi dalamkeadaan meletus. Ketika diminta untuk menceritakan gambarnya, ada anak yang menyebutkan jalan  di gambarnya adalah jalan evakuasi.   </p> 

 <p> Seorang anak TK A mengatakan setelah meletusnya gunung merapi seperti yang dia gambarkan di kertasnya,dia mengatkan mengungsi. Penggagas terbentuknya program ppstk dan sekaligus pembina kami,  </p> 

 <p> Bapak Anand Krishna,ketika dikirimkan beberapa photo  dari gambar anak-anak ini mengatakan ”berarti masih trauma, tapi saya juga melihat mereka menggambarkan pepohonan segala. Itu bagus. Focus mereka dipindahkan dari letusan ke pemandangan yg indah”, kemudian beliau langsung memberikan petunjuk latihan yang perlu diberikan. Sebagain dari anak-anak, menggambarkan merapi dalam keadaan tenang dan Indah.Dibagian akhir sebelum sack time, anak-anak diingatkan dengan peragaan langsung  mencuci tangan pakai sabun dan dengan cara yang benar.   </p> 

 <p> Pelayanan medis seperti pada kunjungan sebelumnya juga diberikan dalam kunjungn ke empat ini. Pelayayan anak usia dini yaitu bagi anak-anak yang masih berumur tiga tahun atau kurang mulai diadakan sejak pertemuan dua minggu yang lalu karena adanya kebutuhan. </p> 

 <p> Ibu-ibu dewasa muda banyak membawa anaknya saat ikut terapi, agar sang ibu tidak terganggu oleh anaknya selama pelayayan maka dibentuklah kelomok ini. Dikempok ini anak-anak disediakan sejumlah mainan yang mendidik. Anak-anak sangat menikmatinya. </p> 

 <p> Personil PPSTK kali ini selain dari Joglosemar, Magelang dan Pati juga mendapatkan dukungan dari Bandung. 
 </p> 
 <p> 
Teman-teman mahasiswa teknik sipil UGM yang berjumlah 14 orang juga hadir, mereka mensurvai dam yang jebol lima minggu yang lalu bersama-sama dengan Pak Triwidodo, Ardi dari Anand Krishna centre yang juga seorang teknik sipil serta Rahma beberapa teman lainnya. Kunjungan ini adalah bagian dari upaya untuk membantu warga membangun kembali damnya yang jebol karena sangat dibutuhkan sekali oleh warga dusun ngaglik untuk mengairi sawah/tegalannya yang merupakan sumber pendapatan utama masyarakat.  </p> ]]></description><pubDate>Tue, 15 Feb 2011 07:48:39 +0000</pubDate><link>http://www.akcjoglosemar.org/berita/ppstk-13-februari-2011-menggapai-ketenangan-pikiran/</link><guid>http://www.akcjoglosemar.org/berita/ppstk-13-februari-2011-menggapai-ketenangan-pikiran/</guid></item><item><title><![CDATA[Anand Krishna:&quot;Violence begets violence. The only solution is love. Non-violence is the only an]]></title><description><![CDATA[ <strong>  <p> Anand Krishna </p>  </strong> 

 <p> Spiritual/Interfaith Activist </p> 
 <p> www.anandkrishna.org </p> 
 <p> Indonesia </p> 

 

 <strong>  <p> PRESS RELEASE </p>  </strong> 

 <p> Jakarta, February 6th, 2011
 </p> 
 <p> (The First World Interfaith Harmony Week)
 </p> 
 

 

 <p> In a press release issued this evening, Sunday the 6th of February 2011, spiritual/interfaith activist Anand Krishna expressed his grief, and concern over the brutal man-slaughtering earlier this day in the name of religion.
 </p> 
 

 <p> He said that the killing and riots disgraced Indonesia's image as a member of the United Nations, whereas this year all UN member states commemorate the first World Interfaith Harmony Week.
 </p> 
 

 <p> He urged all the opposing parties to calm down and think more clearly, wisely and religiously in the truest sense of religion, if such incidents conform to the tenets of any religion, and if they can ever solve any problem. </p> 

 

 <p> “Violence begets violence. The only solution is love. Non-violence is the only answer. Living in peace and harmony appreciating our differences,” he said, “is human. Non-violence disgraces our humanity.” </p> ]]></description><pubDate>Mon, 07 Feb 2011 22:06:49 +0000</pubDate><link>http://www.akcjoglosemar.org/berita/anand-krishnaviolence-begets-violence-the-only-solution-is-love-nonviolence-is-the-only-answer/</link><guid>http://www.akcjoglosemar.org/berita/anand-krishnaviolence-begets-violence-the-only-solution-is-love-nonviolence-is-the-only-answer/</guid></item></channel></rss>
